Culture Shock di Stece
Berangkat dari Blora, aku menemui banyak culture shock ketika harus sekolah di SMA Stella Duce 1 Yogyakarta atau yang biasa disebut sebagai Stece.
Sebelum memutuskan untuk daftar sekolah di Stece 1, aku sudah paham betul kalau itu merupakan SMA Katolik bergengsi di Yogyakarta. Rumor yang sering beredar mengenai SMA tersebut adalah: "Anaknya tajir-tajir!" Anak kampung mana yang tidak takut dengan stigma seperti itu?
Tapi, ternyata gak cuma soal materi yang bikin kaget di SMA Stece. Terus, apa saja, dong?
- Mayoritas Tajir
Sebelum beranjak ke kekagetan-kekagetan lain, aku ingin membenarkan dulu kalau anak-anak di Stece memang bisa dibilang tajir-tajir.
Bayangkan saja, mereka biasa menggelar perayaan ulang tahun di hotel. Gak cuma itu, ada juga yang sampai mengundang artis untuk jadi MC di acara ulang tahunnya.
Kebiasaan-kebiasaan seperti itu tidak biasa aku temui di Blora. Setahuku, orang akan bagi-bagi nasi kuning ke tetangga kalau sedang merayakan sesuatu.
Boro-boro sweet seventeen-an di hotel, kawinan di hotel saja jarang kutemui, coy!
- Ramai
Gak cuma mampu di materi, anak Stece juga punya kemampuan dalam hal berbicara, alias RAMAI BANGET, COY!
Apanya yang ramai? Ya, suasananya. Suara-suara anak Stece tuh terdengar sangat memekakkan telinga. Apalagi kalau pas gak ada guru, busetetetetet sudah seperti di pasar!
Kenapa bisa ramai? Nah, setelah kurenungkan, kuresapi, dan kupikirkan kembali, sepertinya keramaian itu disebabkan oleh kehomogenan sekolah ini. Semuanya cewek, coy! Gimana kagak rame?
Keramaian-keramaian itu barangkali terdengar biasa saja kalau SMA kalian ada laki-lakinya, karena suara mereka cenderung rendah. Lah, ini, semuanya sopranooo! Bayangkan saja kamu datang ke arisan ibu-ibu. Mirip, tuh, ramainya.
- SDM Tinggi

Meskipun banyak bacot, anak Stece tuh pinter-pinter bener.
Kepintaran mereka sangat beragam. Ada yang jago di akademik, olahraga, sampai ke seni. Bahkan, kejeniusan mereka seringkali tersamarkan lewat keluwesan mereka dalam bersosial.
Aku sering dengar anak-anak Stece ikut Karya Ilmiah Remaja (KIR) di berbagai mata pelajaran. Stece juga unggul di olahraga basket. Di bidang seni, paduan suara mereka gak bisa dianggap enteng. Grup teater dan fotografi mereka juga aktif, tuh!
Kalau kegiatan berkelompok saja mantep, apalagi prestasi perorangan. Ya amplooop. Aku sampai tertatih-tatih menyusul kepintaran mereka di kelas. Pokoknya, butuh usaha yang lebih keras untuk bisa membarengi mereka.
- Seragamnya "Beda"

Seragam pramuka tidak berlaku di Stece.
Bukannya tidak berlaku sama sekali, kegiatan pramuka dengan mengenakan seragam pramuka masih ada di Stece, tapi itu hanya sebagai kegiatan ekstrakurikuler.
Pada hari Jumat-Sabtu kami tidak diwajibkan untuk mengenakan seragam pramuka, melainkan pakai seragam putih dan kotak-kotak biru. Aku tidak sempat bertanya, kenapa demikian. Tapi, itu cukup "lain" dari kebiasaanku di Blora.
Selain seragam pramuka, Stece juga mengharuskan para siswinya untuk mengenakan sepatu putih.
Itu sempat jadi sumber masalah karena aku (dengan sangat percaya diri) membeli sepatu hitam baru, beberapa hari sebelum sekolah dimulai. Ya sudah, mau tidak mau, beli lagi sepatu baru warna putih. Uh, pintarnya aku!
- Ada Soto Rp4.000,00

Di tengah kemewahan Stece, masih ada soto seharga Rp4.000,00 di kantin mereka!
Di antara penyewa kantin lainnya, soto menjadi makanan berat termurah yang cocok untuk kalangan menengah ke bawah seperti aku ini hahahaha. Memang yang lain jualan apa dan berapa?
Pada masaku (2014-2017) ada bakso yang harga seporsinya Rp6.000,00. Terus, ada juga nasi campur yang setiap beli (entah kenapa) selalu minimal Rp10.000,00.
Tidak perlu berpikir panjang, soto seharga Rp4.000,00 menjadi makanan utama yang jelas-jelas mengenyangkan dan menenangkan dompet.
Tinggal ditambah Rp1.000,00 aku sudah bisa memakan soto dengan dua potong tempe goreng tepung! Aih, menarik sekali!
Sayangnya, si ibu penjual soto itu sudah ganti sekarang :(
NAH, itu dia hal-hal baru yang membuatku merasa shock culture saat bersekolah di Stece.
Buat kamu yang mau sekolah di Stece, semoga tidak mengalami hal-hal di atas, ya. Atau, setidaknya kamu tahu kalau tidak sendirian. You just have to find them.
I'll see you soon!
0 Comments Add a Comment?